Rabu, 16 Juli 2008

Jejak

Temaram malam menandakan sunyi

Hati kelabu bagai daur debu bersembunyi

Bimbang tanya pada sekitar

Akankah benar sang penjejak tampak?

Lamunan pagi tak berarti apa

Bisikkan siang kian menanti sautan senja

Tutur petang menunggu arti nampak dirinya

Teriakkan malam menuai pasti

Suatu kepastian dalam raga dan jiwa

Rasa indah meluap bagai deru ombak berkejaran

Senyuman terkembang muai adanya

Pikiran bimbang tak lenyap kian tersapu

Angin tanya berbisik pada terjejak

Romansa ria kian teralun semakin cepat

Detak tebaran jantung terus berdebar

Luapan rasa meregangkan tangan

Menatap jauh dua insan harapan

Berkejaran memeluk dunia

Tapak kaki menjejaki suatu alasan tersendiri

Adanya jejak tanda suatu ilusi

Genggaman air merayu adanya imajinasi

Tenunan kain mencurahkan hati

Terbukanya fajar menjanjikan imajinasi

Riang tawa canda membangunkan mimpi...



-evan's-

Tidak ada komentar: