Hati kelabu bagai daur debu bersembunyi
Bimbang tanya pada sekitar
Akankah benar sang penjejak tampak?
Lamunan pagi tak berarti apa
Bisikkan siang kian menanti sautan senja
Tutur petang menunggu arti nampak dirinya
Teriakkan malam menuai pasti
Suatu kepastian dalam raga dan jiwa
Rasa indah meluap bagai deru ombak berkejaran
Senyuman terkembang muai adanya
Pikiran bimbang tak lenyap kian tersapu
Angin tanya berbisik pada terjejak
Romansa ria kian teralun semakin cepat
Detak tebaran jantung terus berdebar
Luapan rasa meregangkan tangan
Menatap jauh dua insan harapan
Berkejaran memeluk dunia
Tapak kaki menjejaki suatu alasan tersendiri
Adanya jejak tanda suatu ilusi
Genggaman air merayu adanya imajinasi
Tenunan kain mencurahkan hati
Terbukanya fajar menjanjikan imajinasi
Riang tawa canda membangunkan mimpi...
-evan's-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar